Showing posts with label Malware. Show all posts
Showing posts with label Malware. Show all posts

Wednesday, 27 February 2013

Dijual! Layanan Infeksi Malware


Ilustrasi (Ist.)Jakarta - Ada pembeli dan ada penjual adalah syarat utama dalam proses terjadinya transaksi. Demikian yang terjadi pada fenomena malware (program jahat) yang kini telah menjadi komoditi untuk diperjualbelikan.

Menurut perusahaan keamanan Eset, bahkan kini akses ke komputer yang telah menjadi botnet pun laku dijual, tentu saja hal itu adanya di pasar gelap alias underground.

"Yes, jual beli alat kejahatan internet bukan lagi isapan jempol. Eset Indonesia dalam pernah beberapa kali menyinggung topik ini," kata Eset.

Dijelaskan Eset, jual beli alat kejahatan internet dengan berbagai bentuk dan modusnya sekaligus menandakan bahwa kejahatan internet dengan motivasi finansial akan mengalami peningkatan.

Kejahatan internet yang telah menjadi ladang bisnis, kini terdiversifikasi karena pengembang, bukan lagi pelaku. Peran itu terbagi menjadi pengembang, penyebar, dan pelaku akhir atau eksekutor hingga mendapatkan korban biasanya dalam jumlah banyak.

Akses ke komputer korban yang terinfeksi itulah yang kini marak di bursa pasar gelap. Peminat bisa membeli akses tersebut dengan harga tertentu.

Harga yang dikenakan beragam tergantung dari beberapa aspek seperti wilayah komputer host di Amerika Serikat dan Eropa memiliki harga yang berbeda, jumlah biasanya meliputi ribuan komputer host yang diperdagangkan.

Menurut penelitian Dancho Danchev, seorang peneliti keamanan data, yang ditulis pada blog webroot, harga untuk 1.000 komputer host yang terinfeksi berlokasi di Amerika Serikat adalah USD 200.

Sedangkan untuk komputer host yang terinfeksi dan berlokasi di Eropa dengan jumlah yang sama harganya bervariasi antara USD 60 sampai USD 120, dan harga untuk yang berlokasi di beberapa negara (campuran) dengan jumlah sama adalah USD 20.

Contoh screenshot layanan underground yang diiklankan.

Diversifikasi harga tersebut dilakukan terkait dua hal. Pertama, tingkat kemampuan atau daya beli masing-masing wilayah. Atribut tersebut didasarkan pada asumsi bahwa user Amerika Serikat memiliki daya beli yang tinggi termasuk daya beli online jika dibandingkan dengan user di negara-negara Uni Eropa maupun negara lain di dunia.

Kedua, nilai tinggi yang dimiliki komputer host. Bagi pelaku, jika user komputer memiliki aktifitas transaksi dan daya beli tinggi, maka semakin tinggi pula nilai yang dimiliki komputer tersebut.

Hal lain yang patut dicatat adalah kesimpulan tersebut diperoleh melalui serangkaian tindak kejahatan yang pernah terjadi, yang secara alamiah akan membentuk harga menjadi semakin tinggi untuk computer host yang berlokasi di Amerika Serikat.

Sehingga di sebagian besar 'daftar harga' lokasi komputer host di Amerika Serikat selalu menempati posisi harga tertinggi.

Selebihnya seperti layaknya bisnis, ada saja pelaku yang memberikan harga lebih murah untuk memenangkan persaingan dengan penjual lain, atau untuk mendapatkan laba lebih banyak dari diskriminasi harga tersebut.

Pertanyaannya kemudian adalah, lalu apa yang akan dilakukan terhadap 'belanjaannya' tersebut? Jawabannya sepenuhnya tergantung dari si konsumen, misalnya pelaku kejahatan yang masih baru, yang mencari cara gampang untuk melakukan tindak kejahatan dan penipuan dengan motivasi keuntungan finansial.

Berkaitan dengan transaksi jual-beli alat kejahatan internet tersebut, Yudhi Kukuh Technical Consultant PT. Prosperita-Eset Indonesia menambahkan bahwa pembeli bisa jadi juga adalah pelaku kejahatan yang merasa IP host yang terinfeksi botnet miliknya sudah tidak bersih lagi.

Bisa juga tidak menghasilkan lagi, maka akan membeli akses yang dipartisi -- yang juga dijual di pasar underground -- dan menggunakannya untuk menyebarkan varian malware hasil pengembangannya sendiri.

"Cara ini memang tidak biasa yaitu melakukan interkoneksi dengan malware lain, dan selalu ada kemungkinan masing-masing pelaku tidak mengetahui varian malwarenya disebarkan dengan menggunakan layanan lain. Hal itu disebabkan karena kurangnya sumber daya untuk melakukan pengawasan aktifitas malware pasca pembelian," pungkasnya.

( ash / rns )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!



View the original article here



Peliculas Online

Friday, 15 February 2013

Ribuan Malware Incar Gamers Setiap Hari

gamber : t3.com gamber : t3.com

Jakarta, Para gamers baiknya berhati-hati nih. Soalnya, disinyalir pada 2012  ada 7.000 percobaan untuk menginfeksi akun game pemain game di seluruh dunia setiap harinya. Menurut Kaspersky Lab, para peretas ini rata-rata mengirim 10 email dengan tautan dan lampiran berbahaya setiap hari. Sementara serangan berbasis browser setidaknya dilakukan 500 kali sehari. Selain itu, program berbahaya yang ditujukan bagi menarget game online meningkat sekitar 5.000 program baru per hari.

Apa sih yang mereka incar? Serupa dengan serangan malware lainnya, yang dicari adalah akses ke data personal kamu. Misalnya, password untuk game online dan sistem online banking yang kamu guinakan untuk membeli barang-barang di game online. Modus lainnya adalah dengan mencuri avatar dan barang-barang dalam permainan (in-game items). Barang-barang virtual ini kemudian dijual kembali menggunakan uang sungguhan. Jurus lain yang mereka gunakan adalah mencuri uang langsung dari akun bank kamu.

Taktik populer lainnya adalah menyamar sebagai situs game terkenal. Teknik rekayasa sosial ini dilakukan agar gamer tertipu dan memasukkan password akun game mereka di situs ini. Pada 2012, ternyata terdapat 15 juta percobaan situs phishing. Sementara percobaan pengalihan ke situs palsu mencapai 50 ribu percobaan perhari. 

Tiga negara teratas yang gamernya rentan terhadap infeksi dan penipuan ini adalah Rusia, Cina, dan India. Untuk menghindarinya baiknya kamu waspada ketika menerima email dari server admin game online yang meminta informasi pribadi terkait akunmu. Jangan langsung buka tautan yang ada, kemungkinan itu adalah situs phishing.

Jangan unduh patch tidak resmi dari sumber yang meragukan. Sebab, seringkali dalam patch ini disembunyikan ‘bonus’ berupa Trojan yang akan menyusup ke dalam komputermu. trojan ini akan mencuri semua password hingga data perbankan yang kamu gunakan lewat komputermu. Untuk menghindarinya, kamu bisa menggunakan kartu debit virtual.

Ribuan Malware Incar Gamers Setiap Hari, 3.5 out of 5 based on 1 rating

View the original article here



Peliculas Online